Tampilkan postingan dengan label al harist al muhasibi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al harist al muhasibi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Juli 2008

Senang menerima cobaan


Saudaraku, segala kemurahan yang datang dari ALLAH dan Rasul-NYa harus kalian ambil. dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa ALLAH menyukai bila segala kemurahan- NYa dipergunakan, sebagaimana halnya dia menyenangi segala ketentuan pasti-NYa dilaksanakan.

Sejatinya kalian harus senang dengan setiap kemurahan ALLAH berikan. Ada riwayat yang menyatakan bahwa Rasullulah saw. sangat menyukai urusan-urusan yang ringan dan mudah. oleh karenanya, kalian jangan hengkang dari setiap urusan yang baik. jika ada musibah, kalian jangan menentangnya, itu semua bukan kehendak kita.

Apabila ditimpa ujian dan cobaan dari ALLAH Swt, kalian harus menghadapinya dengan penuh kesabaran. meskipun pahit, kalian harus menyadarinya bahwa itu semua adalah bentuk perhatian ALLAH pada hamba-NYa.

Dalam menerima kesulitan, kalian jangan mengeluhkannya. hal itu dapat menyurutkan kesabaran. perlu disadari kesulitan itu merupakan salah satu bentuk perhatian ALLAH pada hamba-NYa. oleh karenanya, kalian harus menjauhkan diri dari sikap mengeluh dan tidak menerima ketentuan ALLAH Swt.


( rewriter= valda )

Mengukur kadar ketakwaa


Saudaraku, kini orang-orang yang dikenal memilliki keistimewaan telah ditelan bumi. begitu juga orang yang menyandang ketakwaan, tragisnya lagi, sulit menemukan orang yang bisa menggantikan mereka. mereka bagai tertimbun dibawah jerami besar yang bernama bumi. Pada bagian ini, saya ingin sekali membagi ilmu berikut kepadamu.

Orang-orang bijak bersepakat bahwa ketakwaan bisa mengantarkan seseorang menuju kebahagiaan itu sendiri, ditandai dengan menjahui semua larangan ALLAH, melaksanakan perintah-Nya, dan membersihkan hati dari segala yang tidak disukai-Nya.

Mereka juga sepakat bahwa faktor yang menghancurkan moral seseorang adalah sikap berani melanggar peraturan ALLAH. Sikap berani ini ditandai dengan meninggalkan sifat wirai, melanggar rambu ALLAH, dan terus-menerus memaksiati-NYa.

semoga ALLAH melindungi kita semua dari sikap seperti itu.


(rewriter= valda)

Potensi kebaikan harus dijaga

Antara agama dan hawa nafsu

Saudaraku, lama sekali saya merenungkan ihwal moral kita . ini sebuah kondisi yang sulit. kini syariat islam sudah tidak lagi ditegakkan. Nilai-nilai agama pun sudah memudar. ketentuan ALLAH bayak dilanggar. kebenaran semakin ditinggal, sementara kebatilan terus tersebar.

Fitnah merebak dimana-mana. nuranipun terkoyak dibuatnya. Hawa nafsu diagungkan. disisi lain, musuh islam semakin gencar melaksanakan misinya. jiwa ini mau berfikir tentang kemaslahatan. sikap pamer dan haus jabatan melanda semua orang. tak aneh bila akhirat telah terlupakan.

Pola berfikir dan bertindak manusia pada masa sekarang ini sangat berbeda dengan pola berfikir para ulama pendahulu kita. saya pernah mendengar informasi bahwa salah seorang sahabat berkata ,”jika ada satu saja pendahulu kita yang saleh itu bangkit dari kuburnya, lalu ia melihat ahli quran(qurra^)yang hidup dizaman kita. ia pasti tidak mau bicara dengan qurra^ itu. saya yakin ia akan berkata didepan umum. ”mereka para ahli alquran sama sekali tidak beriman di hari kiamat.”

Saya hanya ingin mengadukan penyalahgunaan dan pelanggaran nilai-nilai agama ini pada ALLAH. hal yang sama juga akan saya lakukan terhadap penyimpangan dari jalan yang dititi para pendahulu kita. sebuah hadis menyebutkan bahwa Rasululah saw.bersabda “masyarakat akan mengalami sebuah zaman yang pada zaman itu, orang sedang mememegang agama ALLAH bagaikan orang sedang mengangkat batu besar.”

Saya melihat musibah besar telah mengrogoti sendi-sendi agama. fitnah merajalela. hasrat nafsu memperbudak semua orang. gejala itu membuat saya khawatir akan terjadi pemisahan antara agama dan dunia. saya sering mendengar ada orang imannya terenggut, tapi anehnya ia tidak mengetahuinya. orang seperti itu biasanya ketika keluar dari rumahnya, ia masih membawa agamanya tetapi ketika pulang ia sudah tidak membawa lagi agamanya.

Saudaraku, kita sealu diawasi oleh ALLAH. oleh karena itu jangan sekali-kali keluar dari rel kebaikan. ini penting agar kita tidak meniti di rel yang salah: terjerembab ke jurang kesalahan. jangan ikuti hawa nafsu yang menggelincirkan kita semua dari jalan kebenaran.jangan pernah menyepelekan perintah ALLAH. jangan pula menantang-NYA dengan perilaku menyimpang kita.

(rewriter= valda )