Selasa, 05 Agustus 2008

Pahlawan kita


Dirgahayu INDONESIA KU







“TANAH air kita meminta korban. Dari di sinilah kita, siap sedia memberi korban yang sesuci-sucinya… sungguh, korban dengan ragamu sendiri adalah korban yang paling ringan… memang awan tebal dan hitam menggantung di atas kita. Akan tetapi percayalah di baliknya masih ada matahari yang bersembunyi… kapan hujan turun dan udara menjadi bersih karenanya?” (Ki Hadjar Dewantara).

Ki Hadjar Dewantara (R.M. Suwardi Suryaningrat) , tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia.
bersama Cipto Mangun Kusumo dan EFE Douwes Dekker — dijuluki ”Tiga Serangkai” — ia mendirikan Indische Partij, sebuah organisasi politik pertama di Indonesia yang dengan tegas menuntut Indonesia merdeka

Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya.
Karena pendiriannya yang tegas menentang penjajahan Belanda, ia dibuang ke Bangka dan kemudian ke negeri Belanda (1915-1919).



Jenderal Sudirman (1916-1950)
di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru)

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara.



Sutomo , “rawe-rawe rantas malang-malang tuntas” Dilahirkan di Surabaya 3 Oktober 1920 Meninggal di Mekkah 7 Oktober 1981. dikenal dengan sebutan Bung Tomo, terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda, 10 Nopember 1945.

Walaupun sampai saat ini Pemerintah belum memberikan gelar secara Resmi sebagai pahlawan Nasional. Tapi bagi kita seluruh bangsa tetap mengakui Bung tomo adalah Seorang Pahlawan kemerdekaan, pejuang yang tanpa Pamrih, bahkan sebelum meninggalpun beliau juga menolak untuk dimakamkan di taman makam pahlawan.

“Bagi ibu, yang lebih penting rakyat mengakui. Tidak perlu pengakuan pemerintah,” kata Sulistyowati, 82, Istri Bung Tomo dengan ikhlas.




Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.

Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya.





Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok



Rawe-rawe rantas malang-malang tuntas........ Merdeka ................................

Senin, 04 Agustus 2008

SHALAHUDDIN AL-AYUBI



Nama lengkapnya adalah Yusuf bin Ayub bin Syadzi

Panggilannya adalah Abu Al-Muzhffar, dan julukannnya adalah Malik An-Naser (raja yang selalu menang)

Lahir pada tahun 532 H di Tikrit, salah satu perkampungan suku kurdi yang terletak di Irak bagian utara.

Bersama ayahnya Najmuddin dan pamannya Asaduddin Syirkuh dia pindah ke Ba’labak. Ayahnya kemudian diangkat sebagai gurbernur Ba’labak.

Dia hafal Al-Qur’an , belajar baca tulis, Hadits, fiqih, bahasa Arab, kedokteran dan nasab orang-orang Arab.

Sultan Nuruddin mempercayakan kepadanya untuk mempimpin kepolisian wilayah Damaskus. Shalahuddin Al-Ayubi membersihkan Damaskus dari para pencuri dan orang-orang yang jahat. Di Damaskus dia juga berhasil menstabilkan keadaan di seluruh penjuru Syam.

Dia dikirim oleh Nurrudin bersama pamannya Asaduddin Syirkuh komandan pasukan Syam agar dapat mempertahankan Mesir dan mengusir orang-orang Salib dari sana.

Shalahuddin berhasil mengusir orang-orang Salib dari Mesir, di sana pamannya diangkat sebagai menteri. Sepeninggal pamannya, dia diangkat sebagai penggantinya.

Setelah kematian Khalifah Al-Adhid, salah seorang khalifah dari Bani Fatimah di Mesir yang beraliran Syi’ah. Sebagai gantinya, dia mengumumkan madzhab Ahli Sunnah Wal Jama’ah sebagai madzhab resmi. Dia juga berhasil mengatasi berbagai kekacauan yang terjadi di dalam negeri.

Setelah kematian Nuruddin Mahmud, pada tahun 581 H Shalahuddin berhasil menyatukan Mesir, Syam dan Irak bagian utara serta Yaman berada di bawah kekuasaannya.

Jihad dan bagaimana cara membebaskan negeri-negeri dari kekuasaaan orang-orang salib selalu menjadi pusat perhatian. Dia memerintahkan para ulama dan khatib untuk selalu mengikuti tema jihad dan berkorban di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalahuddin Al-Ayubi melatih sendiri pasukannya dan dia membangun armada dan benteng-benteng bersama pasukannya.

Dia beralasan kenapa jarang sekali terlihat tertawa, “Bagaimana saya bisa tertawa sedangkan Masjid Al-Aqsha ditawan.”

Dengan sengaja dia mengadakan perjanjian damai dengan pasukan Salib untuk tidak saling menyerang. Keadaan seperti ini, ia pergunakan untuk mempersiapkan pasukan yang akan memasuki pertempuran yang sangat menentukan dengan mereka.

Dari Damaskus dia berangkat bersama pasukannya menuju ke suatu tempat yang namanya Ra’s Alma yang terletak di dekat desa Hiththin di wilayah Tobariah. Di tempat itu dia mengumumkan jihad secara umum, para mujahid berbondong-bondong dari seluruh penjuru Islam mendatangi panggilannya. Di tempat yang berbeda orang-orang Salib juga sedang bersiap-siap untuk berperang. Pada hari sabtu pagi tanggal 25 Rabi’ul Akhir 583 H, Shalahuddin berhasil menguasai sumber-sumber mata air yang terdapat pada wilayah tersebut. Cuaca hari itu sangat panas, pasukan Shalahuddin mengepung mereka dan membakar rerumputan yang kering yang ada di sekeliling mereka. Hal ini menyebabkan mereka kehausan. Pasukan Shalahuddin membunuh tiga puluh ribu pasukan Salib dan menawan mereka dalam jumlah yang sama. Shalahuddin memanggil penguasa Kark yang pernah mencela Nabi Muhammad Saw dan menyerang Al-Hijjaj serta rombongan-rombongan yang ingin berdagang. Setelah penguasa itu sampai, Shalahuddin kemudian membunuhnya.

Setelah pertempuran Hiththin, pasukan Shalahuddin pergi menuju ke arah Baitul Maqdis. Dia ingin membebaskan Baitul Maqdis dari cengkraman kaum salib yang telah menduduki 91 tahun. Melalui pertempuran yang sangat sengit, Shalahuddin berhasil membebaskan kota tersebut dari kekuasaan mereka. Pertempuran ini bertepatan dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj.

Tidak lama berselang setelah pertempuran tersebut, Shalahuddin berhasil membebaskan Thabariyah, Uka, Shoeda, Ghaza, Nablis, Asqalan dan beberapa kota lain dari kekuasaan orang-orang salib.

Dia terkenal sangat toleransi dalam memperlakukan tawanan dan tahanan. Dia memberikan rasa aman kepada mereka yang mengingginkan. Dia menugaskan beberapa personil dari kepolisian supaya berkeliling di jalan raya untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap orang-orang Nasrani. Shalahuddin menyuruh bawahannya untuk mencari anak lelaki dari seorang perempuan Nasrani. Penyebabnya adalah karena perempuan tersebut menuduh pasukan Islam menculiknya. Setelah anak tersebut ditemukan, pasukannya mengantarkan anak itu kepada ibunya.

Shalahuddin sangat memperhatikan pembaharuan-pembaharuan di Mesir. Di masanya, pergerakan keilmuan itu sangat menonjol. Dia juga mengeluarkan manuskrip-manuskrip dari gudang dan mendirikan pasar di Qasr Al-Aini untuk menjual buku-buku serta mendirikan beberapa rumah sakit. Di atas daratan tinggi Muqatham, dia mendirikan sebuah benteng untuk pertahanan negara Mesir. Dia menetap di Mesir selama 24 tahun.

Walaupun segudang keperkasaan yang ia miliki, hati dan jiwanya tetap lembut. Dia adalah ahli politik dan perang, berwawasan luas lagi rendah hati.

Dia meninggalkan Mesir menuju Suria dan menetap di sana selama 19 tahun. Di Suria juga membangun sekolah dan rumah sakit.

Pada tahun 589 H, Shalahuddin Rahimahullah meninggal dunia di Damaskus dalam usia 58 tahun.

sharing a drink

The sun was shining brightly. Nasredin and his friend were going to the market.they walked through the street along which there were no tress at all. They felt hot and thirsty. They wanted to buy aglass of milk but they did not have enough money.Then they collected their money and bought a glass of milk eith it. Before buying the milk, they promised to share the milk. “Now, let’s share the drink.you’ll drink half a glass and I will drink the rest”said Nasredin.

His friend said”you drink first, Nasredin.”

“why?” Nasredin asked.

“I bring alittle sugar with me.this is enough for half a glass of milk only,I’ll put the sugar into my share only.”said Nasredin.

“No, this sugar is enough for half a glass only.”

Then Nasredin ran to small shop nearby and bought a pack of salt that was very cheap. Then he went back to his friend.

“There’s good news for you ,” said he. ”As we have agreed I’ll drink my share first. Since I have a pack of salt , I’ll put it into the milk. I’ll drink first and then you.you can put your sugar after I drink my milk with my salt.

Rewrite: valda nebila wijendra

Minggu, 03 Agustus 2008

Bilal bin Rabah

Nama lengkapnya Bilal bin Rabah Al-Habasyi, biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-rasul.
Ia berpostur tinggi, kurus, warna kulitnya coklat, pelipisnya tipis, dan rambutnya lebat.
Ibunya adalah sahaya miliki Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh.
Bilal menjadi budak mereka, hingga akhirnya ai mendengar tentang Islam, lalu ia menemui Nabi dan mengikrarkan diri masuk Islam.
Umayyah bin Khalaf pernah menyiksanya dan membiarkannya di tengah gurun pasir selama beberapa hari. Diperutnya diikat sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali, lalu orang orang kafir menyuruh anak-anak mereka untuk menyeretnya di atas perbukitan mekah. Saat diseret Bilal selalu mengucapkan kata “ahad- Ahad “ dan menolak mengucapkan kata kufur. Abu Bakar lalu memerdekannya. saat itu, Umar bin Al Khathab berujar, “ Abu Bakar adalah seorang pemimpin ( sayyid) kami, dan dia telah memerdekakan seorang pemimpin (sayyid) kami.

Rasulullah mempersaudarakannya dengan Abu Ruwaihah. Setelah hijrah, Azan disyariatkan. Lalu Bilal mengumandangkan adzan. Ia adalah muadzdzin pertama dalam Islam, karena ia memiliki suara yang cukup bagus.

Ia pernah menjabat sebagai bendahara Rasulullah di Bait Al-Mal. Ia tidak pernah absent mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah . Dalam perang Badar, ia melihat Umayyah bin Khalaf, orang yang dahulu pernah menyiksanya sewaktu di Mekah. Saat melihat Umayyah ia berujar “ Aku tidak akan selamat jika Umayyah selamat.” Kemudian ia meminta kepada beberapa orang pasukan kaum muslimin untuk membunuh Umayyah. Ketika itu Umayyah sedang meminta perlindungan kepada Abdurrahman bin Auf , karena diantara mereka terikat sebuah perjanjian lama. Bilal akhirnya berhasil membunuh Umayyah berkat pertolongan beberapa orang pasukan kaum muslimin dan Abdurrahman juga mengalami luka luka.
Pada saat pembebasan kota Makkah, Rasulullah menyuruh Bilal untuk mengumandangkan Adzan di belakang Ka’bah. Adzan itu adalah Adzan yang pertama dikumandangkan di Makkah.
Tentang Bilal, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakn “ Bilal adalah seorang penunggang kuda yang hebat dari kalangan Habasyah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ibn Asakir)
Suatu hari diwaktu subuh, Rasulullah mengatakan kepada Bilal, “ Hai Bilal, ceritakanlah kepadaku mengenai amalan yang menurutmu paling besar pahalanya yang pernah kamu kerjakan dalam Islam. Sesungguhnya aku pernah mendengar suara jalanmu di hadapanku di syurga.” Bilal menjawab “ Aku tidak pernah mengerjakan amalan yang menurutku besar pahalanya, tapi aku tidak wudhu’ diwaktu malam dan siang, melainkan aku menunaikan shalat yang di wajibkan bagiku untuk mengerjakannya.”
Setelah Nabi meninggal, Bilal meminta izin kepada Abu bakar untuk meninggalkan Madinah dalam rangka untuk berjuang di jalan Allah. Abu Bakar menyarankan agar Bilal tetap di Madinah. Bilalpun menetap di Madinah sampai akhirnya dia bergabung bersama pasukan yang diutus untuk membebaskan wilayah Syam.
Ia menolak untuk menjadi muadzdzin bagi seseorang pasca wafatnya Rasulullah.
Ia meriwayatkan 44 hadits dari Nabi. Diantaranya, Rasulullah bersabda, “ Hendaklah kalian menunaikan shalat malam (tahajjud), karena shalat malam adalah tradisi (kebiasaan) orang orang shaleh sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam adalah amalan yang dapat mendekatkan diri pada Allah, dapat mencegah dari perbuatan dosa, mengampuni dosa dosa kecil, dan menghilangkan penyakit dari badan.” (HR. At-Tirmidzi)

Ia meninggal di Damaskus tahun 20 H dan jasadnya dimakamkan di sana, ada riwayat yang menyebutkan bahwa jasadnya dimakamkan di Halb.


*) Dikutip dari Buku
Tokoh Tokoh Besar Islam
(Syaikh Muhammad Said Mursi)

Sabtu, 02 Agustus 2008

Khadijah Wanita Teladan

Khadijah adalah seorang wanita dari suku Quaraisy yang kedudukannya paling terhormat, paling kaya dan paling cerdas pada saat itu. Selain cantik dari segi fisik dan akhlagnya, ia memiliki sifat yang mulia. Semua kelebihan terkumpul pada dirinya.
Ayahnya bernama Khuwaylid, salh seorang tokoh suku Quaraisy yang sangat dihormati. Sedangkan ibunya adalah Fatimah, yang silsilahnya bersambung kepada silsilah para nabi yang penuh berkah.
Khadijah sempat mengikuti perkembangan terakhir zaman jahiiah. Pada saat itu dia memiliki kedudukan yang terhormat dikalangan kaumnya karena cantik dan berbudi pekerti mulia. Pada zaman jahiliyah dia dipanggil al- Thahirah
(wanita suci) karena kesucian jalan hidup dan perilakunya. Dia sangat dikenal dikalangan wanita kaum Quaraisy karena otaknya yang cemerlang , pendapatnya yang sangat bagus, dan hatinya yang bersih. Dia dipersunting pertama kali oleh Atiq bin Abid yang tidak lama kemudian meninggal dunia. Dia dinakahi lagi oleh seorang tokoh lain bernama Abu Halah dan sempat memiliki seorang putra bernama Hindun. Tak laa setelah itu suaminya meninggal dunia , Khadijah menjadi janda untuk yang kedua kalinya.
Khadijah menjadi incaran pemuda dan menjadi perhatian mereka. Hal itulah yang membuatnya memiliki kedudukan yang terhormat dimata mereka. Dia dikelilingi oleh budak laki laki dan wanita. Banyak pula yang mengharapkan uluran tangannya atau bahkan ingin menjadikannya sebagai istri . Banyak tokoh Quaraisy yang mengajukan diri untuk menjadi suaminya. Namun setiap permintaan ditolaknya tanpa membedakan antara yang satu dengan yang lainnya.

Allah telah memberikan karunia kepada Khadijah untuk dinikahi Muhammad saw, setelah ia melihat kejujuran , kecerdasan, kecemerlangan pendapat , serta kemuliaan akhlaqnya.
Tatkala nabi saw mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quaraisy, di sampingnya berdiri dua orang wanita, yaitu Khadijah bin Khuwaylid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia. Dia adalah ummul Mu’minin, sebaik baik istri dan teladan yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya. Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi saw sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di gua Hira’. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi saw berdoa (memohon ) kepada Tuhannya. Setelah Jibril mengajarkan cara berwudlu dan shalat kepada Muhammad saw., ia kemudian mendatangi Khadijah dan mengajarkannya. Khadijah berwudlu seperti wudlu Nabi , melakukan shalat seperti shalatnya Nabi. Khadijah adalah sebaik baik wanita yang menolongnnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwa sarat dengan kebaikan. Rasullulah bersabda , “ Khidijah beriman kepadaku ketika orang orang ingkar , dia membenarkan aku ketika orang orang mundustakan, dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang orang tidak memberiku apa apa .“
Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahNya, dan membantu beliau serta kaum muslimin denga jiwa , harta dan keluarga. Maka Allah SWT mebalas jasanya terhadap agama dan NabiNya, dengan sebaik baik balasan sebagaimana yang diceritakan Nabi saw, kepadanya pada masa hidupnya. Ketika Jibril A.S. dating kepada Nabi saw. Dia berkata “ Wahai Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan,” (HR.Bukhari dalam Fadhaail Ashhaabin Nabi saw.) Imam Adz-Dzahabi berkata : “ Kesalihannya telah disepakati.”
Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu’min dan orang pertama yang beriman kepada Allah sesudah Nabi saw.
Dia berdiri di belakang suami, nabinya hingga nafas terikhir, dan patut menjadi tauladan tertinggi bagi para wanita..betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi saw sejak awal kenabian.
Ar- Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung , lalu menyuruhnya membaca ayat –ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antar langit dan bumi . Dia tidak menoleh kekanan maupun kekiri sehingga Nabi saw melihatnya, lalu ia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi saw berada di jalan jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman pembantu maupun penolong. Nabi saw tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya .
Ketika melihatnya, Khadijah berkata, “ Dariman engkau wahai Abdal Qasim (Muhammad saw) ?, demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekah, kemudian kembali kepadaku .” maka Rasulullah saw menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a.
Khadijah r.a. berkata, “ Gembiralah dan teguhlah, wahai putera pamanku, Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini .”
Nabi saw tidak mendapatkan dirinya kecuali peneguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya..
Selama kehidupan Khadijah bersama suaminya yang mulia (Muhammad saw), ia menunjukkan sikap wanita yang sangat dihormati, mencintai dan bersikap jujur terhadap suaminya. Dia memperlakukan suaminya dengan sangat baik dan mengangkat harkatnya . Dengat sekuat tenaga ia membantu melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai seorang istri dengan sangat setia.
Dalam pandangannnya, Nabi merupakan seorang yang luar biasa dan sangat istimewa,yang harus ia cintai dan dia sucikan, sebaliknya dalam pandangan Nabi, Khadijah merupakan seorang istri yang baik dan shalihah. Dialah orangnya yang pertama kali masuk Islam dan beriman kepadanya. Tidak henti hentinya Rasulullah mengakui kelebihan Khadijah, sehingga belum pernah terbetik pada hati beliau untuk menikahi wanita lain selama hidup berdampingan dengannya, Padahal usia Khadijah lebih tua daripada usia beliau.
Rasulullah menikahinya saat beliau berusia dua puluh lima tahun. Sedangkan Khadijah waktu itu berusia empat puluh tahun . Rasulullah dikaruniai enam orang anak , yang terdiri atas dua orang putra yaitu :Al-Qasim dan Abdullah, serta empat orang putri yaitu : Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fatimah Al-Zahra.

Demikian hendaknya wanita ideal. Itulah dia , Khadijah r.a., yang Allah telah mengirim salam kepadanya. Maka Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasulullah SAW seraya berkata kepadanya, “ Sampaikan kepada Khadijah salam dari TuhanNya . kemudian Rasulullah saw. Bersabda’” Wahai Khadijah , ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu” maka Khadijah r.a. menjawab. “ Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan).”
Sesungguhnya ia adalah kedududkan yang tidak diperoleh seorangpun diantara para sahabat yang terdahulu dan pertama masuk islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar dari pada semua sikap yang mendukung da’wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah saw.
Khadijah mendampingi Rasulullah selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolongnya di waktu waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolongnya dengan jiwa dan hartanya.

Wanita yang mensyukuri rezeki suaminya

Dikutip dari ,

buku Hikayat wanita Muslimah

(Maimunah Hasan)

Suatu ketika, Fatimah, putri Rasulullah saw, mendapati suaminya Ali bin Abi Thalib, tidak mendapatkan rezeki seharian, akan tetapi ia tetap diam tidak marah, malahan menyambut suaminya dengan santun dan senyum yang ramah dan mesra.

Pada hari itu cuaca dikota mekah cerah sekali, namun tidak seperti suasana hati Fatimah binti Rasulullah saw, ia terlihat gelisah menanti sang suami tercinta Ali bin Abi Thalib yang belum juga pulang. padahal hari sudah menjelang Ashar.

Meski demikian , Fatimah tetap senantiasa mengharapkan kehadiran suaminya . Ia duduk dengan tenang di ruang tamu sendirian dengan pikiran penuh tanda tanya , belum lama berselang tiba tiba suaminya sudah berada didepan , tentu saja Fatimah langsung menyambutnya denga suka ria , karena suaminya seharian penuh berusaha mencari rezeki.

Dengan kepulangan sang suami yang terlambat dari biasanya , Fatimah berharap Ali mendapatkan uang yang lebih banyak , mengingat kebutuhan rumah tangga kali ini semakin membesar.

Setelah suasana agak tenang Fatimah berkata kepada suaminya tercinta :

“Kakanda ,mengapa hari ini pulang terlambat” kata Fatimah.

Sambil membenarkan tempat duduknya Ali berkata :

“ Maafkan dinda atas keterlambatan saya, karena banyak urusan yang saya kerjakan “ Jawab Ali.

Mendengar permintaan maaf dari suaminya , Fatimah bertambah senang hati.

“ Bagaimana dengan usaha kakanda ?, apakah berjalan dengan lancar?, Tanya Fatimah.

Denga wajah yang agak sendu, Ali menjawab dengan kata kata yang sopan dan santun :

“ Maafkan aku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun” ujar Ali

Mendapat jawaban yang menydihkan itu, sang istri, putri Nabi Muhammmad saw., ini tidak marah malah tersenyum terhadap suaminya tercinta,

“ Memang yang mengatur rezeki itu bukan orang orang yang datang kepasar, yang memiliki kuasa atas rezeki itu adalah Alllah Ta’ala “ Jelas Fatima.

Setelah berdialog bersama istrinya dengan santai, beberapa menit kemudian Ali mendengar suara Azan dari masjid yang berada disebelah rumahnya . Alipun berangkat ke masjid untuk menjalankan shalat jama’ah.

Sepulang dari masjid , di tengah jalan Ali bin abi Thalib, diberhentikan oleh seorang tua yang berjanggut dan bercambang putih sambil berkata : “ Assalamualikum wr.wb “

“Waalaikum salaam wr.wb” balas Ali

“Maaf anak muda betulkah engkau Ali. anak Abu Thalib” kata lelaki tua itu

“ ya memang saya Ali, ada apa bapak” ujar Ali dengan suara yang pelan.

Mendapat jawaban yang benar, nampaknya orang tua itu senang, lantas merogoh kantongnya seraya mengatakan bahwa ia berhutang pada Abu Thalib :

“ Dulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit . Aku belum sempat membayar ongkosnya , ayahmu sudah meninggal dunia. Jadi terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya” tegas lelaki tua itu dengan tersenyum lebar.

Karena diberi uang Ali sangat gembira sekali, mengingat beberapa jam yang lalu , dirinya bekerja dipasar belum juga mendapat uang. Kini tanpa susah payah , uang malah datang sendiri, Dengan gembira ali menerima haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar .

“ Terimakasih pak, mudah mudahan amal bapak diterima oleh Allah” jawab Ali

Setelah menyerahkan uang, orang tua minta pamit. “ Sebelumnya saya minta maaf nak, ketika ayahmu meninggal dunia, saya tidak tahu. Ya sudah Kalau begitu saya mohon pamit , Assalamualikum Wr.Wb” kata orang tua itu.

Dengan hati bersuka ria , Ali menuju kerumahnya. Ia akan menceritakan kepada istrinya tentang kejadian yag baru saja dialami, Setibanya dirumah, tanpa menungggu waktu lama lagi, istrinya yang sedang didalam kamar dipanggilnya, kemudian Ali bercerita panjang lebar tentang uang 30 dinar.

Tentu Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak disangka sangka, dengan hati riang gembira Ali kemudian bertanya kepada istrinya :

“ Bagaimana jika uang ini kita gunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga kita, ?”

papar Ali.

Fatimah setuju saja , mengingat kebutuhan rumah tangganya kali ini hanya tinggal beberapa hari saja.

“ Ya kakanda, saya setuju sekali, bagaimana kalau kakanda sendiri yang berangkat kepasar untuk membeli keperlua dapur kita,? Sedang saya akan mempersiapkan untuk memasak” kata Fatimah.

Dengan senang hati Ali menerima tawaran istrinya, dan Ali pun bergegas berangkat kepasar. Akan tetapi langkah Ali terhenti , karena sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang pengemis dengan menengadahkan tangan, sambil berkata dengan cukup keras “ Siapakah yang mau menghutangkan hartanya untuk Allah, besedekahlah kepada saya” pinta pengemis tua itu.

Mendengar ucapan itu, hati Ali merasa iba, ia tidak tega, maka tanpa pikir untung ruginya, Ali memberikan seluruh uangnnya kepada pengemis itu.

“ Terimalah pemberian saya “ kata Ali

“ Terimakasih anak muda , mudah mudahan amalmu diterima oleh Allah.” Ucap pengemis

Setelah memberikan semua uangnnya , Ali kemudian tidak meneruskan perjalanannya kepasar. Ia langsung kembali kerumah . Fatimah yang dari tadi menungggu di rumah merasa heran, karena suaminya yang baru saja pulang dari pasar tidak membawa apa apa.

Kemudian Fatimah bertanya :

“ ada apa Kakanda, mengapa datang dari pasar tidak membawa barang barang kebutuhan rumah tangga kita.? Tanya Fatimah.

Mendapat pertanyaan demikian itu Ali sebenarnya agak malu, karena sudah dua kali istrinya dikecewakan, tetapi Ali merasa yakin bahwa tindakannya akan mendapat dukungan istrinya, apalagi Fatimah seorang istri yang sabar.

“ maafkan aku, uang 30 dinar tadi, saya kasihkan kepada pengemis tua yang juga seorang musafir. Ia perlu uang untuk melanjutkan perjalan pulang “. Jelas Ali.

Mendengar keterangan suaminya, Fatimah tidak marah, malah tersenyum lebar dan berkata “ Keputusan Kanda adalah keputusan yang baik. Seandainya saya mengalami demikian, saya akan berbuat seperti kakanda, Lebih baik kita menghutangkan harta kepada Allah daripada bersifat bakhil yang dimurkai-Nya. Jika bersifat bakhil. Maka Alllah akan menutup pintu surga buat kita”. Papar Fatimah dengan gembira.

Jumat, 01 Agustus 2008

KEUTAMAAN BERSEDEKAH








Dikutip dari “Menyingkap rahasia Qolbu”

karya Al-Ghazali

Rassullah saw. Bersabda: “Barang siapa yang bersedekah semisal 1 butir kurma dari hasil kerja yang baik dan halal dan Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya. “Yakni, Allah akan menerimanya dan memberkatinya serta memeliharanya untuk pemiliknya, sebagaimana salah seorang dari Anda memelihara anak kudanya (kuda itu akan terus beranak pinak hingga banyak). Sampai kurma tersebut menumpuk seperti gunung.

Di dalam sebuah riwayat dikatakan: “Sebagaimana salah seorang dari Anda memelihara kudanya”.

Sekalipun sedekah itu hanya sesuap, sungguh ia akan menjadi sebesar gunung Uhud.

Sebagaimana firman Allah swt. : “Tidaklah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hambaNya dan menerima sedekah”. (Qs.At-Taubah : 104).

Dan firman-Nya : “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”. (QS.Al-Baqarah : 276).

Sedekah tidak akan mengurangi harta benda barang sedikitpun. Allah tidak akan menambah seseuatupun kepada seseorang hamba yang memberikan pengampunan kepadanya. Seseorang yang merendahkan diri karena Allah tidak akan mendapatkan apapun melainkan keagungan, dan Allah Azzawa wa Jalla akan mengangkat derajatnya.

Di dalam sebuah riwayat At-Thabrani dikatakan : “Tidaklah sebuah sedekah akan mengurangi harta, dan tidaklah seseorang hamba mengurangi derajatnya.

Di dalam sebuah riwayat At-Thabrani dikatakan: “Tidaklah sebuah sedekah akan mengurangi harta, dan tidaklah seorang hamba membuka sebuah pintu permintaan (meminta-minta) yang semestinya harus dihindari kecuali Allah membukakan baginya sebuah pintu kefakiran.

Seorang hamba berkata: “Hartaku, hartaku,”

padahal sesungguhnya hak baginya dari harta yang dimiliki itu, hanya tiga hal, yaitu apa yang dia makan lalu musnah; apa yang dia pakai lalu menjadi usang; dan apa yang diberikan lalu dia pelihara (pahalanya sebagai simpanan). Sedangkan selain itu semua, akan ditinggalkan buat orang lain.”

Diriwayatkan dalam sebuah hadis: “Tidaklah ada seseorang pun diantara Anda kecuali Allah akan berbicara dengannya tanpa penerjemah. Ketika dia memandang ke arah kanannya, tidak dilihatnya kecuali amal yang telah dia ajukan dan dia memandang ke arah kirinya, tidak dilihat kecuali amal yang telah diajukannya, dan ketika dia memandang kedepan, dia pun tidak melihat kecuali neraka. Maka takutlah Anda kepada neraka walaupun hanya dengan separuh buah kurma.”

Di dalam sebuah hadis lagi : “Hendaklah seorang dari Anda memelihara wajahnya dari neraka walaupun hanya dengan separuh buah kurma. ”

Nabi Muhammad saw. bersabda : “Sedekah itu akan memadamkan kesalahan sebagaimana air yang berpotensi dapat memadamkan api.

Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging dan darah yang tumbuh dari barang yang haram, neraka lebih berhak baginya. Hai Ka’ab bin ‘Ujrah, manusia itu adalah bagi dua orang yang bangun pagi-pagi. Seseorang dari merka bergegas dalam membebaskan dirinya, maka dia berhasil memerdekakan dirinya, dan seorang lagi yang bergegas membinasakan dirinya. Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, shalat adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, puasa adalah benteng dan sedekah akan menghapus kesalahan bagaimana potensi air untuk memadamkan api.”

Sesungguhnya sedekah benar-benar akan memadamkan kemurkaan Tuhan dan menjadi penghalang mati dalam keadaan jahat.

Dalam suatu riwayat lain: “Susungguhnya Allah menolak tujuh puluh dari kematian yang buruk dengan sedekah.”

Disebutkan dalam sebuah hadist: “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya sampai saat semua diputuskan semua urusan manusia.”

Dalam hadist yang lain disebutkan: “Tidak akan seorang mengeluarkan sesuatu dari sedekah melainkan dengan sedekah dia telah mematahkan tujuh belas rahang setan.”

Ditanyakan : “Ya Rasullalah, manakah sedekah yang paling utama?”

Beliau bersabda : “Membantu kesulitan orang yang tidak mampu,tetapi dahulukanlah orang yang mejadi tanggung jawab anda (keluargamu).”

Nabi Muhhamad saw. Bersabda, “Sekeping dirham dapat mendahului seratus dirham .“

Seorang laki-laki bertanya : “ Bagaimana hal itu bisa terjadi Rasulullah?”

beliau bersabda : “Ada seorang laki-laki yang hartanya berlimpah, lalu ia mengambil dari sisinya seribu dirham dan dia bersedekah dengannya. Ada seorang laki-laki lain yang tidak memiliki uang kecuali dua dirham, dia mengambil satu diantara keduanya dan bersedekah dengannya.”

Nabi saw. Bersabda : “Janganlah anda mengembalikan (menolak) orang yang minta-minta kepada anda, sekalipun hanya meberikan kikil (kaki sapi atau kambing).”

Allah akan menaungi tujuh kelompok dibawah naungan-Nya, pada suatu ketika tidak ada satu naunganpun kecuali naungan-Nya, sampai pada sabda beliau: “Dan seorang laki-laki bersedekah dengan sesuatu yang dirahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kanannya.”

Perbuatan-perbuatan yang baik akan menghindarkan seseorang terjatuh pada perbuatan yang jahat, sedekah secara rahasia dapat memadamkan kemurkaan Tuhan, dan menyambung hubungan kekerabatan dan memperpanjang umur.

Di dalam sebuah riwayat At-Thabrani disebutkan : “Perbuatan-perbuatan yang baik dapat menjadi pelindung yang menjaga dari terjadinya peristiwa buruk, sedekah secara rahasia akan memadamkan kemurkaan Tuhan, menyambung kekerabatan dan memperpanjang umur, dan setiap perbuatan yang ma’ruf adalah termasuk sedekah. Perilaku kebaikan didunia ini adalah pemilik kebaikan di akhirat. Sementara orang yang ahli kemungkaran didunia, dialah juga ahli kemungakaran di akhirat. Sedang orang yang pertamakali masuk surga ialah orang yang melakukan yang ma’ruf.

Di dalam riwayat At-Thabrani yang lain dan Ahmad, dikatakan “Bagaimana dengan sedekah itu, ya Rasulullah?”

Dikatakan : “Ya Rasulullah, manakah sedekah yang paling utama?”

Beliau bersabda : “Yaitu sedekah sirri (secara rahasia) kepada orang yang membutuhkan (fakir) atau sedekah untuk membantu kesulitan oarang yang minim kemampuannya.”

Kemudian beliau membaca : “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka sedekah secara sembunyi itulah paling baik bagimu. Dan Allah akan menghapus dari kamu sebagian dari kesalahan-kesalahanmu ; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 271)

Siapapun orang muslim yang memberi pakaian kepada seorang muslim, maka Allah akan memakaikan pakaian yang indah baginya dari surga. Dan dia selalu berada dalam tutup (terlindungi) oleh pakaian dari Allah swt. Selama benang dan pintalan benang pakaian tersebut masih dipakai muslim itu.

Siapapun diantara orang Islam memberi pakaian orang Islam yang telanjang dengan pakaian, maka Allah akan memberikan pakaian dari sutra hijau dari surga. Siapapun di antara orang islam yang memberi makan orang islam yang kelaparan maka Allah swt. Akan memberinya makan dari buah-buahan surga. Dan siapapun di antara orang islam memberi minum orang islam yang kehausan, maka Allah swt akan memberinya minum dari arak yang tertutup rapat (minuman lezat dan halal bagi ahli surga).

Sedekah yang diberikan pada orang miskin dan pada kerabat yang kasyih (kerabat yang menyimpan dendam dan permusuhan kepada anda) adalah sedekah sesungguhnya. Setiap pemberian hutang adalah sedekah.

Di dalam riwayat bagi segolongan ulama disebutkan,

sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda : “Aku melihat pada malam aku diisra’kan di pintu surag tertulis : ‘pahala sedekah digandakan menjadi sepuluh kali lipat, sedang pahala yang memberi utang digandakan menjadi delapan ratus kali lipat.

Barang siapa yang memberikan kemudahan terhadap orang yang kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan di Akhirat.

Ditanyakan kepada Rasulullah : “Ya Rasulullah, siapakah orang islam yang utama?”

Beliau bersabda : “yaitu, hendaklah anda memberikan makanan dan membacakan salam kepada orang yang anda kenal dan orang yang anda tidak kenal.”

Lalu ceritakanlah kepadaku mengenai asal mula penciptaan segala sesuatu.

Beliau bersabda : “Segala sesuatu di ciptakan dari air.”

Selanjutnya kau berkata : “Ceritakanlah pula kepadaku mengenai sesuatu yang apabila aku kerjakan dapat menyebabkan aku masuk surga.”

Beliau bersabda : “Hendaklah anda memberikan makanan, menyebarkan salam, menyambung hubungan kefamilian, dan shalatlah pada malam hari ketika manusia sedang terlelap dalam tidurnya, tentu anda akan masuk surga dengan selamat.”

Dalam hadis lain : “Beribadahlah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, berikanlah makanan dan sebarkan salam, niscaya anda akan masuk surga dengan selamat.”

Di antara hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat Allah adalah pemberian makan seorang muslim kepada orang miskin.

Disebutkan dalam hadis : “Barang siapa yang memberi makan saudaranya hingga membuatnya merasa segar, maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh tujuh buah parit, jarak antara kedua buah parit sejauh lima ratus tahun perjalanan,”

Allah Azza wa Jalla berfirman pada hari kiamat : “Hai anak Adam, Aku telah sakit, tetapi tidak ada yang mau menjenguk-Ku.” Anak Adam bertanya: “Bagaimana akamu harus menjenguk-Mu? Sementara Engkau adalah Tuhan semesta alam.”

Dia berfirman : “Tidakkah Anda tahu, sesungguhnya hamba-Ku si Fulan telah sakit, tetapi anda tidak menjenguknya? Tidakkah anda tahu sesungguhnya jika anda menjenguknya tentu anda akan menemukan Aku di sisinya? Hai Anak Adam, aku telah minta makan kepada anda tetapi anda tidak mau memberi makan kepada-Ku?”

Dia berfirman : “Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku memberi makan kepada-Mu, sementara Engkau adalah Tuhan semesta alam?”

Dia berfirman: “Tidakkah anda tahu bahwa hamba-Ku si Fulan telah meminta bantuan kepada anda?, tetapi anda tidak mau memberinya makan? Tidakkah anda tahu bahwa sesungguhnya bila anda memberi makan kepadanya tentu anda akan menemukan hal itu disisi-Ku. Hai anak Adam, Aku telah meminta minum kepada anda tetapi anda tidak mau memberi minum kepada Aku”.

nak Adam bertanya: Ya Tuhan bagaimana mungkin aku memberi minum Engkau?, sementara Engkau adalah Tuhan semsta alam?”

Dia berfirman : “Hamba-Ku si Fulan telah meminta minum kepada anda , tetapi anda tidak mau memberinya minum. Tidakkah anda tahu bahwa sesungguhnya bila anda tahu bahwa sesungguhnya bila anda akan memberi minum padanya tentu anda akan mendapatkan hal itu dari sisi-Ku?.”