Sabtu, 30 Agustus 2008

Istilah dalam Fiqih


Wajib / Fardlu : Seluruh perintah agama yang harus dikerjakan.
Berpahala jika dilaksanakan dan berdosa jika ditinggalkan.

Fardlu Ain : wjib dikerjakan oleh tiap mukallaf.
Fardlu kifayah : sesuatu yang apabila dikerjakan oleh sebagian orang dalam negeri, tidak perlu lagi dikerjakan orang lain. Tapi jika tidak ada seorangpun mengerjakan maka akan berdosa semuanya.

Sunnat : sesuatu yang tidak dituntut dengan keras untuk mengerjakannya, bila tidak mengerjakan tidak berdosa dan jika dikerjakan berpahala.

Sunnat muakkad : Sunnat yang dituntut sungguh sungguh
Sunnat tidak muakkad : sunnat biasa

Haram : yang terlarang untuk dikerjakan, berdosa dan disiksa jika dikerjakan dan berpaha jika ditinggalkan dengan niat karena ada larangan agama

Makruh : larangan Allah yang tidak keras , kalau dikerjakan tidak berdosa dan jika ditinggalkan karena Allah diberi pahala.

Mubah / Jaiz : pekerjaan yang boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan, tidak berpahala kalau dikerjakan dan tidak berdosa kalau ditinggalkan.

Shah : Suatu ibadat atau mu’amalaat yang dikerjakan dengan cukup rukun dan syarat, sehingga diterima oleh Allah.

Batal/ batil : Suatu ibadah atau mu’amalaat yang dilakukan tidak cukup rukun dan syaratnya.

Quran : Firman Allah yang termaktub dalam Mush-haf suci yang 30 juzu yang 114 surat.

Hadits : perkataan , perbuatan atau ketetapan Nabi Muhammad saw.

Ijma : kesepakatan imam imam Mujtahid yang hidup semasa.

Mujtahid : Sarjana sarjana ahli fiqih yang sanggup menurut ilmunya mengeluarkan hukum-hukum agama agama dar qur’an sunnah, Qiyas atau Ijma

Qiyas : Perbandingan hukum tentang sesuatu yang terjadi di zaman Nabi dengan yang terjadi sekarang.

Ijtihad : mengolah denga sungguh sungguh dan denga alat yang cukup sesuatu hukum keagamaan yang dikeluarkan dari Quran,Sunnah, Qiyas dan Ijma.

Mu’amalaat : Sekalian pekrjaan yang bersangkutan denga orang lain.
Misal, jual beli, pinjam meminjam , berserikat, gadai menggadai, pesan memesan dll

Syarat : sesuatu hal yang terletak diluar ibadat, tetapi wajibdipenuhi.

Rukun : sesuatu hal yang wajib dipenuhi dan terletak dalam ibadat.
--------------------
dari berbagai sumber

Besyukur

Diriwayatkan dari Atha’ ia berkata, suatu ketika aku datang pada Aisyah dan bertanya “ kabarkanlah kepadaku tentang sesuatu yang mengagumkan pada diri Rasulullah saw. “

Aisyah lalu menangis dan berkata “ Segala yang ada pada diri Rasulullah saw. Sungguh mengagumkan, hanya saja yang lebih membuat aku merasa kagum ialah, suatu malam beliau datang dan masuk kepadaku lalu berbaring bersamaku. “
“Beliau tidur satu selimut denganku, sehingga kulitku bersentuhan dengan kulit beliau, lalu beliau bersabda ” Wahai putri Abu Bakar, Izinkan dan biarkan aku menyembah Tuhanku.” Aisyah berkata ” Aku lebih senang berada didekatmu, tetapi aku tidak dapat mencegahmu untuk lebih mengutamakan menyembah pada-Nya, maka aku mengizinkan beliau meninggalkanku. Kemudian beliau bangkit mendekat pada tempat air untuk mengambil wudhu, aku melihat beliau menggunakan air secara hemat dan tidak banyak menuangkannya sia sia. Selanjutnya beliau berdiri melakukan Shalat, lalu menangis, hingga air mata beliau mengalir sampai dada, lalu beliau ruku dan menangis, kemudian sujud dan menangis, lalu mengangkat kepala dan menangis. Tak henti hentinya beliau berada dalam kondisinya yang begitu, sampai Bilal datang utuk mengumandangkan azan shalat Shubuh.”

Kemudian aku berkata ” Ya Rasulullah, apa yang membuat anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda baik yang terdahulu maupun yang akan datang.”
Beliau bersabda ” Bukankah aku ini sebagai hamba Allah yang banyak bersyukur, mengapa aku tidak melakukan begitu, sementara Allah telah menurunkan firman –Nya:
” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar dilaut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kring) nya, dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antar langit dan bumi, sungguh (terdapat) tanda tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al Baqarah : 164).
-----------------
Al-Ghazali

Senin, 25 Agustus 2008

Cara mudah untuk Introspeksi diri

Cara mudah untuk ber Muhasabah (Introspeksi diri)

Pertama :
Setelah meletakkan kepala di atas bantal ketika mau tidur, bacalah doa doa sebelum tidur, segeralah mengingat segala hal yang telah engkau lakukan hari ini, meliputi amal, dan aktifitas yang baik dan buruk.
Kedua :
Mulailah dengan hal-hal yang berkaitan dengan syahadat, Shalat, sedekah, hal hal yang berkaitan dengan rukun Iman, Iman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, dan seterusnya. Jika semua hal yang engkau ingat ternyata tidak bermasyalah maka ucapkan Alhamdulillah , akan tetapi jika engkau dapati hal hal yang buruk maka bacalah ta’awudz,minta perlindungan kepada Allah ta’ala dari gangguan setan, beristighfarlah kepada Allah, bertaubat kepada-Nya, dan menangislah di hadapan-Nya, semoga Allah Ta’ala berkenan menerima taubatmu. Lalu berniat untuk tidak mengulangi kesalahan kesalahan tersebut. Jika ada satu sarana yang mendekatkanmu kepada dosa maka berjanjilah kepada Allah untuk tidak mengulanginya lagi pada hari-hari yang akan datang. Dan tidurlah engkau dalam keadaan telah bertaubat
Ketiga :
Setelah mengingat ingat hal hal yang berkenaan dengan hak Allah, lanjutkan mengingat ingat hal hal yang berkenaan dengan hak hak makhluk. Yakni meliputi Orang tuamu, istrimu, anak anakmu, saudara saudaramu, tetangga tetanggamu, kerabat krabatmu, teman temanmu, kawan kawanmu, dst,.
Jika ternyata engkau belum bisa menunaikan hak hak mereka dengan baik, maka bertaubatlah kepada Allah Ta’ala dan berjanji untuk tidak mengulanginya, lalu mintalah kerelaan mereka.

---------------------------------------------
Disarikan dari tulisan dr.Khalid Abdul Aziz. SpjP

Sabtu, 23 Agustus 2008

Betapa Memprihatinkan

Seorang lelaki menemui salah seorang tabi’in yang tengah menangis,
melihat itu lelaki tersebut merasa iba kepadanya.
Dia kemudian bertanya , “Apa yang membuatmu menangis ?
apakah engkau tengah menderita sakit ?”
Tabiin itu menjawab “ Lebih dahsyat dari itu.! ”
Lelaki itu bertanya lagi, “ Apakah kamu mendengar salah seorang keluargamu
Meninggal dunia ? ”
Jawabnya sama.” Lebih dahsyat dari itu.! ”
Lelaki itu berkata lagi, ” Apakah kamu kehilangan harta ?.”
Jawabnya lagi. ” Lebih dahsyat dari itu.!”
Lelaki itu kemudian bertanya sambil terheran heran , ” Lalu apa yang lebih dahsyat dari itu semua ?”
Tabi’in itu berkata, ” Semalam aku tertidur dan aku lupa untuk bangun malam.”

Oh , betapa memprihatinkan kondisi kita,!
Kita terbiasa menangis hanya karena permasalahan yang sepele,
Teteskanlah air mata penyesalan atas waktu yang telah terbuang percuma atau karena berbagai kemaksiatan yang telah dilakukan.


-----------------------
Karya Amru khalid.


Jumat, 22 Agustus 2008

Syarat Doa Terkabul


Amru Khalid Seorang dai, dalam salah satu tulisannya memberikan tips bagi kita supaya doa doa yang kita panjatkan dapat terkabulkan.

Sebuah doa, yakin akan dikabulkan jika terpenuhi empat syarat :

Pertama ,
Yakin bahwa Allah akan mengabulkan Doa.

Sabda Rasulullah “ Berdoalah (kalian) kepada Allah, sementara kalian (harus) yakin akan dikabulkan.” (HR.Tirmidzi. No.3479)

Merasa yakin bahwa doa akan dikabulkan merupakan syarat untuk terkabulnya sebuah doa .

Kedua,
Khusyu saat berada dihadapan Allah.

Sabda Rasulullah “ Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa (yang keluar) dari hati orang yang lalai dan main main. (HR. Tirmidzi. No.3479)

Ketiga,
Tidak terburu buru

Rasulullah bersabda “ Akan dikabulkan bagi (doa) salah seorang diantara kalian selama ia tidak terburu buru” ( HR. Imam Bukhari. No.6340)

Yangdimaksud terburu buru disini adalah, jika seorang berkata “ Sungguh saya telah berdoa tetapi saya tidak melihat doa saya itu dikabulkan .“ kemudian ia pun meninggalkan doa tersebut, tidak mau lagi mengulanginya. Orang yang melakukan perbuatan seperti itu adalah seperti orang yang menanami ladang dan telah menebar benih tanaman didalamnya, kemudian ketika tanaman itu mulai membesar ia malah berkata ” Tampaknya tanaman ini tidak akan membesar ” dan ia meninggalkannya.

Keempat,
Memakan rezeki yang Halal

Rasulullah bersabda “ Sesungguhnya Allah itu maha baik , (dan) Dia tidak akan menerima selain yang baik baik, dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang orang beriman, apa yang telah diperintahkan (oleh)Nya kepada Rasul.” (HR. Imam Muslim. No.2343).




Seorang Penghuni Surga

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, “Saat itu kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam , lalu beliau bersabda “ Akan datang seorang penghuni surga dari arah ini kepada kalian “

Maka datanglah seorang sahabat Anshar dengan jenggot yang basah karena berwudhu, sambil membawa sandalnya dengan tangan kiri, dan ia mengucapkan salam

Keesokan harinya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan hal yang sama dan ternyata orang yang datang sama pula , pada hari yang ke tiga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan berita yang sama dan muncullah orang yang sama pula.

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam beranjak pergi, Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallaahu Anhu, mendekati orang Anshar tersebut sambil berkata, ” aku bertengkar dengan Ayahku, dan bersumpah tidak akan memasuki rumahnya selama tiga hari, jika engkau tidak keberatan bolehkah aku tinggal dirumahmu selama tiga hari?”

Orang itu menjawab, “ Silakan saja, tidak apa apa”

Anas bekata “ Kemudian Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallaahu Anhu tinggal dirumah orang tersebut selama tiga hari, akan tetapi ia tidak pernah menemuinya bangun malam untuk menunaikan shalat malam, kecuali bahwa jika ia terbangun atau membalik badannya di tempat tidur ia menyebut Asma Allah dan bertakbir, akan tetapi orang itu tidak pernah berucap kecuali perkataan yang baik.”

Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallaahu Anhu berkata “ Setelah berlalu tiga hari aku merasa bahwa amal ibadahnya biasa biasa saja , lalu aku berbicara kepadanya”

“ Wahai Abdullah, sesungguhnya aku tidak pernah bertengkar dengan ayahku, akan tetapi aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “ Akan datang seorang penghuni surga kepada kalian” sebanyak tiga kali, dan ternya tiga kali pula engkau muncul, setelah beliau menyampaikan sabdanya tersebut, maka aku ingin tinggal bersamamu untuk mengetahui apa yang telah engkau lakukan, dan ternyata aku tidak menemukan apa apa , sebenarnya amal perbuatan apakah yang telah mengantarkanmu ke derajad yang agung itu? “

Orang itu menjawab “ tidak ada yang aku rahasiakan, sebagaimana yang engkau lihat, itulah yang aku lakukan.”

Abdullah bin Amr segera beranjak untuk pergi, tiba tiba orang tersebut memanggilnya, seraya berkata ” Yang aku lakukan adalah apa yang engkau lihat, hanya saja aku tidak pernah iri terhadap nikmat yang telah diterima oleh seorang muslimpun.”

Abdullah berkata “ itulah yang telah mengangkat derajatmu, dan itulah yang berat untuk dilakukan.”

Iri dan dengki adalah dua penyakit yang sangat berbahaya, ia memusnahkan kebaikan, menghancurkan amal saleh, karena kedua penyakit tersebut menimbulkan sebuah dosa yang sangat buruk, menjerumuskan orang kedalam ghibah, mengadu domba, berbohong dan menipu.

Seorang yang dalam hatinya tumbuh penyakit iri dan dengki, tidak akan merasakan ketenangan dan kenyamanan, pertentangan selalu bekecamuk di dalam hatinya,

Jika kita telah mengenal dan memahami suatu penyakit pasti kita akan dapatkan obat yang cocok untuknya, dan obat yang paling manjur untuk menghadapi penyakit ini adalah, selalu menjaga shalat bejamaah dengan penuh kusyu dan sikap tunduk kepada Allah Ta’ala.

“ Dan dirikanlah shalat . Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan – perbuatan keji dan mungkar “ (QS. Al-Ankabut:45)

------------------------------------------------

sumber dari buku Kesaksian seseorang Dokter.

dr.Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair SpJP